Friday, August 16, 2013

The Selection

Dari 35 gadis di seluruh penjuru negeri, hanya akan ada 1 yang tersisa.
Seorang gadis yang kelak akan menjadi istri Pangeran Maxon sekaligus menjadi Ratu Illea berikutnya.

Tidak pernah terbayangkan oleh America Singer, gadis 16 tahun dari kasta 5,bahwa keisengannya mengirimkan formulir pendaftaran untuk mengikuti seleksi pencarian Ratu Illea yang diadakan kerajaan malah berbuntut  panjang. Ia ternyata lolos dari sekian ribu gadis dan menjadi perwakilan provinsinya untuk bertarung bersama gadis-gadis dari provinsi lain dalam memperebutkan posisi Ratu Illea sekaligus menjadi calon pendamping  sang Pangeran tampan Illea, Maxon Schreave yang begitu diidamkan para kaum hawa.

Bagi America kelolosannya itu sama saja kiamat bagi kebebasannya. Ia tidak akan bisa bersenang-senang sesukanya di alam bebas dan juga tidak dapat bertemu keluarga maupun kekasihnya dari kasta 6, Aspen Leger selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Karena itulah ia tidak menginginkan semua itu. Ia tidak ingin menjadi salah satu dari 35 gadis yang terkurung dalam sangkar emas kerajaan dan ikut dalam pertarungan memperebutkan cinta Pangeran Maxon yang kedengaran sangat konyol baginya.

Namun seberapapun America menolak keputusan untuk ikut seleksi,semua orang terdekatnya terus memberinya dukungan dan tak memberinya pilihan lain. Mereka beralasan dirinya tidak akan rugi jika ikut seleksi itu karena selama ia tetap tinggal di istana, keluarganya akan mendapatkan imbalan harta dan makanan yang selama ini sangat dibutuhkan. Selain itu biarpun ia nantinya tidak mampu bertahan dan tersingkir  dari persaingan menjadi  Ratu Illea, ia akan keluar istana dengan membawa harta melimpah dan kenaikan kasta dari kerajaan. Keuntungan besar itu pula yang juga menjadi alasan Aspen untuk tidak menahannya  mengikuti seleksi itu dan malah mendoakan kebahagiannya kelak jika ia terpilih nanti. Meskipun tahu niat tulus Aspen yang menginginkan kebahagiannya itu, America tetap merasa kecewa dan akhirnya bertekad untuk membuat Aspen menyesal karena telah melemparnya dalam situasi seperti itu.

America pun setuju mengikuti seleksi. Ia  selanjutnya pindah dan menjalani kehidupan bak seorang putri di dalam istana. Ia diberi gaun dan perhiasan mewah serta pelayan pribadi yang akan membantunya dalam mengikuti seleksi. Disana ia juga dibekali pendidikan untuk menjadi seorang Ratu dan bagaimana kehidupan bangsawan sesungguhnya. America yang tidak pernah mengenal kehidupan kalangan jetset seperti itu merasa terkagum-kagum dan membuatnya semakin memantapkan diri untuk bersaing dengan gadis-gadis lain selama mungkin demi keluarganya.

Persaingan pun akhirnya dimulai. Semua gadis berlomba-lomba  merebut perhatian Pangeran Maxon  dengan berbagai cara. America yang tidak berminat untuk ikut berkompetisi  justru malah mendapatkan perhatian Pangeran dengan mudah. Tidak seperti gadis lain, selama proses seleksi berlangsung America justru menawarkan persahabatan dengan Pangeran itu sehingga membuat sang Pangeran tertarik pada sosok America. Mereka berdua pun semakin lama semakin dekat dan berbagi pengalaman hidup bersama. Hal itulah yang tanpa sadar membuat perasaan America sendiri goyah. Ia mulai memikirkan ulang semua yang menjadi tujuannya di istana. Apakah ia akan tetap pada tujuannya semula, bertahan selama mungkin di dalam seleksi demi keluarga ataukah ia bertahan karena ia telah benar-benar jatuh hati pada Pangeran Maxon? Tapi jika ia memilih Pangeran itu artinya ia harus  berkompetisi dan kelak menjadi Ratu Illea yang tinggal di sangkar emas kerajaan yang begitu dibencinya. Apakah dia sudah siap dengan semua itu? Lalu, Bagaimana dengan perasaanya pada Aspen yang bahkan belum berubah sedikitpun ?

The Selection yang kemunculannya diiringi embel-embel perpaduan The Hunger Games dan The Bachelor ini sebenarnya tidak terlalu tampil istimewa. Ada beberapa kekurangan yang cukup menganggu bagiku. Yang pertama adalah dari segi karakter. America Singer yang seharusnya tampil mempesona sebagai heroine justru kelewat tampil menye-menye, sedikit egois, dan plin plan sebagai seorang gadis apalagi dalam persoalan cinta. Ada yang berpendapat America itu masih berumur 16 tahun, tentu saja di umur segitu dia masuk kategori remaja yang masih labil. Mungkin ada benarnya juga, tapi kok ya rasanya kurang sreg saja kalau  menemukan heroine yang sangat-amat-standar karena tak punya sikap dan pendirian yang jelas seperti itu. Sementara untuk karakter Aspen dan Pangeran Maxon juga kurasa belum mampu menarik perhatianku sama sekali. Mereka berdua terlihat hampir seperti kolaborasi dari wujud Linden yang tegas namun rapuh di Wither dan Gale yang  baik hati di The Hunger Games. Kemudian dalam segi plot, ada beberapa bagian yang mirip sekali dengan adegan America Next Stop Model dan ada pula yang sengaja aku skip karena narasinya terlalu lambat dan berbelit-belit (seperti misalnya sejarah Illea; oh aku bosan sekali membacanya).

Namun terlepas dari itu semua, The Selection mampu hadir sebagai bacaan cukup layak dinikmati. Pendeskripsian setting yang sangat detail oleh penulis, membuat kita seperti  diajak berfantasi menjadi seorang putri dalam kerajaan berikut kesempatan untuk merasakan pengalaman bersama dengan seorang Pangeran. Lalu selain itu juga disajikan pula  sikut menyikut yang lumayan seru diantara sesama gadis-gadis  dan juga seputar kerajaan Illea yang diserbu dari para pemberontak yang dinilai merupakan poin-poin menarik dari keseluruhan cerita.

Well biarpun kurang puas sehingga aku hanya memberi rating 3, aku masih berharap banyak akan ada perubahan yang signifikan di  sequelnya. Semoga lebih greget lagi plotnya serta karakter America aku harap  jadi lebih bersikap dewasa dalam memutuskan segala hal dalam hidupnya, termasuk kisah cintanya sendiri antara Pangeran Maxon dan Aspen Leger. Mari kita nantikan bersama!
=================

Judul : The Selection
Penulis : Kiera Cass
Penerbit: HarperTeen
Terbit : @2012
ISBN : 9780062059932  
Tebal : 327 hal

=================

Baca juga:
1. The Selection
2. The Selection #2: The Elite

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...