Sunday, August 25, 2013

The Selection #2: The Elite

Dari 35 gadis, kini yang bersisa hanya tinggal 6
Waktu semakin dekat. Bersiap-siaplah menjadi Ratu Illea berikutnya

Babak demi babak penyisihan telah dilewati. Seleksi untuk memilih Ratu Illea sekaligus calon pendamping Pangeran Maxon telah memasuki  6 besar. America Singer yang semula enggan mengikuti seleksi akhirnya masuk diantara ke 6 gadis yang masih bertahan dalam kompetisi yang menegangkan itu. Ia tak menyangka ia akan bertahan di istana selama itu meski ia tahu Pangeran Maxon sadar tujuannya di istana hanyalah demi mendapatkan harta dan makanan untuk keluarganya. Ia tidak mengerti, apa yang sebenarnya dipikirkan Pangeran muda itu? Apa maksud semua ini?

Sementara America berada ditengah kebingungan, ia malah mendapat ungkapan cinta tak terduga dari Pangeran Maxon dalam suatu kesempatan. Ia tidak yakin harus membalas seperti apa perasaan Pangeran Maxon itu. Ia sendiri tidak yakin pada perasaannya sendiri karena sebagian dari cintanya saat ini masih tertinggal untuk Aspen Leger. Sadar akan situasi yang ada, Ia dan Pangeran akhirnya sepakat menunda jawaban itu sampai waktunya tiba. Lagipula banyak hal-hal  yang harus America pertimbangkan sebelum ia memutuskan  menerima perasaan itu. Apalagi kompetisi ini belum berakhir, ia harus berhadapan dengan 5 gadis lain yang semuanya punya talenta yang memikat dan masing-masing punya pendukung yang banyak di seluruh negeri, tentu saja ia bisa saja tersingkir dengan mudah kalau ia tidak waspada.

Ke 5 gadis yang menjadi saingan America itu adalah Marlie,Caleste, Kriss, Natalie, dan Elise. Marlie adalah tipikal gadis yang ceria dan diam-diam telah menjadi sahabat bagi America selama seleksi berlangsung. Gadis itu sangat baik dan punya pendukung yang sangat banyak hingga ia tetap bertahan melalui babak-babak penyisihan. Lalu ada Celeste, gadis sombong yang selalu ingin menjadi nomor satu. Ia sangat bangga pada penampilannya dan latar belakang keluarganya yang berasal dari kasta 2 sehingga seringkali ia melecehkan gadis-gadis lain, tidak terkecuali America. Dan yang terkahir ada Kriss, Natalie, dan Elise, ketiga gadis yang sama-sama memiliki ambisi untuk memenangkan seleksi ini dengan segala cara dan upaya yang bisa mereka lakukan.

Oleh karena itu, America sadar seleksi akan menjadi semakin sulit. Uji kelayakan sebagai seorang Ratu Illea juga semakin banyak berdatangan dan menuntut banyak perhatian. Dimulai dari tugas penyambutan terhadap delegasi dari Italia dan German membuatnya harus lebih banyak belajar cara mengumpulkan sekutu  hingga tugas filantropi yang harus ia presentasikan dihadapan seluruh rakyat melalui siaran langsung di televisi. Semuanya benar-benar menguras energi dan mental hingga bahkan membuatnya hampir depresi.

Ditengah panasnya seleksi yang berlangsung, America malah dipertemukan oleh Aspen yang bekerja sebagai pengawal Istana. Tidak sampai disitu, Aspen malah ditugasi di depan pintu kamarnya yang otomatis membuat perasaan America tak menentu. Aspen yang kini telah naik kasta karena telah menjadi bagian dari militer kerajaan mencoba untuk menaklukan hati America sekali lagi. Sesuai harapan America, Aspen benar-benar menyesali keputusannya dulu untuk meminta America mengikuti seleksi ini dan meminta America menyudahi seleksi ini secepatnya. Tapi America sama sekali tidak bisa memenuhi permintaan itu. Ia tidak  menyangka bahwa situasi akan menjadi seperti ini. Dihadapannya ada dua sosok laki-laki yang sama-sama ia cintai, Pangeran Maxon dan Aspen. Lalu sebenarnya siapa yang akan ia pilih? Akankah ia menukarkan kebebasannya demi Pangeran Maxon ataukah ia merusak semua kebahagiannya bersama Pangeran Maxon hanya untuk hidup bahagia bersama Aspen?


The Elite adalah sequel dari The Selection yang semula telah lebih dulu aku review. Novel ini bisa dibilang jauh lebih baik dari yang pertama karena lebih greget dan seru di setiap konflik-konflik didalamnya. Sejujurnya aku suka bagian dimana America berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas penyambutan dan filantropi yang digunakan sebagai parameter layak atau tidaknya sebagai Ratu sekaligus sebagai ajang penyisihan. Bagian-bagian ini sangat menarik bagiku karena deskripsi yang detail memudahkanku untuk bisa ikut merasakan sisi manusiawi America yang merasa gugup dan stres menghadapi tugas-tugas kerajaan dan bagaimana seleksi yang mendebarkan itu berlangsung dihadapan banyak orang.

Selain itu, ada beberapa momen-momen spesial yang aku ingat dari proses seleksi di novel Elite ini. Seperti misalnya momen ketika America mengutarakan gagasan filantropinya yang ingin menghapus kasta-kasta karena dianggap membatasi karir seseorang di masa depan. Hal itulah yang menjadi pemicu kemarahan Raja Clarkson. Ia tidak menyangka tradisi turun temurun di kerajaan Illea harus dirusak hanya karena omong kosong America. Kemudian juga momen disaat pemberontakan dari Utara dan Selatan menjadi semakin sering terjadi di kerajaan. Ini adalah momen-momen yang memberi nilai lebih untuk keseluruhan plot cerita novel ini.

Tapi biarpun begitu, aku masih mendapati America yang tetap plin plan dalam urusan yang lagi-lagi menyangkut kisah cintanya. Uh rasanya aku sekali ingin meneriaki ketidakdewasaanya itu. Entahlah apakah penulis memang sengaja membuat karakternya seperti itu. Tapi tetap saja ini terasa menyebalkan.

Dan finally karena sikap America yang menyebalkan itu,  lagi-lagi rattingnya tetap bertahan di posisi 3 out of 5.

=================

Judul : The Selection #2: The Elite
Penulis : Kiera Cass
Penerbit: HarperTeen
Terbit : @2013
ISBN : 9780062059963
Tebal : 323 hal

=================
Baca juga:
1. The Selection
2. The Selection #2: The Elite

8 comments:

  1. masih masuk wishlist, aku rasa ini adalah dystopia yang manis :)

    ReplyDelete
  2. Aku lebih suka The Selection malah, menurutku The Elite ga memberi perkembangan berarti XD
    Pas peserta Elite disuruh mengajukan ide, aku uda menanti sesuatu yang wah dari America, ternyata dia hanya ngumbar ketidaksetujuan akan kasta, tanpa memberi ide ato saran...

    ReplyDelete
  3. Artikel yg sngat menarik dan berguna...
    Makasih bnyak....!!!

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. @Min Hyun: hii...yang ketiga " The one" belum terbit. Rencananya untuk eng version (harperteen) bulan mei tahun ini, kalau Indo mungkin setelahnya. :)

      Delete
  5. suka bgt sama cerita ini.
    and you know? I'm falling in love with prince Maxon!!
    Kalo seri yang 'the prince and the guard' tuh di cetak ga sih? kalo iya nanti diterjemahin ke indonesia ga ya?

    ReplyDelete
  6. Ayo. ikuti Lomba Blog 10 hari!!! FREE cek disini yaa..http://indahprasetyaaputri.wordpress.com/2014/05/18/give-away-10-hari-cek-disini/

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...