Saturday, July 27, 2013

Akhir-Akhir ini...

Akhir-akhir ini aku merasa susah menemukan buku yang bisa kubawa pulang dan jadi bacaan tetapku. Semuanya gara-gara blurb (deskripsi promosional di belakang buku). Aku tidak tahu entah fenomena macam apa yang membuat banyak buku berlomba-lomba tampil lebih gaya dengan blurb yang terkesan berlebih-lebihan. Ya, mereka menggunakan kata-kata yang sebenarnya--mungkin--ditujukan untuk menggambarkan bagian isi buku tapi apa yang dilakukan itu sepertinya terlalu berlebihan, terlalu puitis, dan itu sama sekali tidak menarik, terutama untukku.

Bukan apa-apa, tidak ada yang salah dengan itu, namun aku hanya membayangkan saja bahwa ada segelintir makhluk di planet ini yang sepertiku, yang mencoba meraba-raba maksud inti dari plot cerita yang ada melalui blurb. Tapi sayang sekali, nyatanya ada beberapa buku yang  tidak bisa kutangkap real cerita didalam buku itu tapi malah mendapati kata-kata puitis, melambai-lambai, berfilosofi, yang seringkali membuat keningku berkerut dan bahkan dalam kasus yang terparahnya, muntah. Oke, kukira ini terdengar terlalu sarkastis tapi itulah yang aku rasakan.

Sebenarnya kalau mau menarik perhatian atau bertujuan untuk promosi sama sekali tak ada salahnya memberikan gambaran cerita melalui blurb. Bukannya tujuan pembeli ingin membeli buku adalah untuk tahu apakah buku yang mereka beli ini sesuai selera atau tidak? tentu saja semua orang tidak ingin membeli kucing dalam karung kan?

Menurutku secara pribadi ini bukanlah tren yang bagus. Mungkin sekali dua kali dulu aku tidak mempermasalahkannya, tapi seiring waktu ini terasa jadi menyulitkan bagiku. Aku terlalu lelah untuk membaca blurb yang basa basi. Biasanya setelah membaca blurb yang seperti itu aku langsung meletakkannya kembali ke rak di toko buku dan tanpa basa basi langsung meninggalkan buku itu dan tak kembali melihatnya lagi.

2 comments:

  1. *puk puk*
    aku malah sudah gak pernah melirik blurb sama sekali. cukup baca sinopsis saja, kalo oke, ambil. nah, yang membingungkan kalo novel itu gak punya sinopsis sama sekali. sebagai gantinya, malah ditaroh puisi (novel gagas banyak yang begini). alhasil aku gak punya gambaran akan isi ceritanya. jalan satu-satunya ya mampir ke goodreads. :)

    ReplyDelete
  2. Sama.... aku jadi malas baca blurb-nya. Mendingan blogwalking ke teman2 bbi, trus baca review mereka. Kalau tertarik baru beli atau minjam :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...