Sunday, November 4, 2012

29 1/2 hari



The Stranger I have yet to meet..

Takdir seringkali membawa kita dalam situasi yang serba tak tertebak. Begitupun dalam hal pertemuan. Kita tak pernah tahu kalau takdir ternyata membuat orang-orang asing yang  pernah kita temui bisa menjadi sosok begitu dekat dengan kehidupan kita. Mereka hadir bukan hanya untuk mewarnai perjalananan hidup semata  tapi juga menjadi perantara takdir yang menghubungkan kita kepada orang yang pernah kita kenal dan juga mengenal kita sebelumnya.

Konsep 'takdir dan pertemuan' inilah yang menjadi dasar cerita antara empat karakter  berbeda dalam novel ini yaitu Grey,Nero, Kenzi,Keira serta ditambah seorang anonim yang menyusup sebagai perantara takdir dan membangun kisahnya sendiri diantara mereka berempat.

Adalah Grey, seorang yang dihadiahi ‘kebebasan’ oleh ayahnya saat ia berumur 17 tahun, memutuskan untuk tinggal di rumah neneknya di Paris dan mulai mencoba memaknai  hidupnya sendiri. Mencari arti tentang cinta dan kehidupan dengan menerima tawaran neneknya untuk bekerja di kebun anggur. Merasa tertarik pada anggur, travel dan dunia tulis-menulis, Grey memutuskan untuk menjadi seorang fotografer dan travel writer. Ia menjalani itu semua hingga  ia bertemu dengan seseorang yang membuatnya harus melakukan suatu hal terpenting dalam hidupnya. Perjalanan napak tilas selama 29 1/2 hari.

Nero, seorang produser sebuah acara reality show yang gagal dalam urusan cinta dengan teman masa kecilnya, Maharani. Ketika ia tengah berada puncak karir ia memutuskan bahwa ada yang salah dalam hidupnya dan ia ingin memperbaiki hal itu. Dalam kebimbangannya itulah, ia memutuskan untuk membuat suatu acara realiti dokudrama 29 1/2 hari yang bisa membantu orang lain sekaligus dirinya sendiri untuk menemukan makna cinta sejati selama ini.


Kenzi, seorang peneliti jenius lulusan Todai  yang menjalani hari-harinya dengan kesibukan dalam menggarap sebuah penemuan zat yang dapat membuat orang merasakan sensasi jatuh cinta. Ia berharap, dengan zat tersebut, ia tidak perlu harus merasakan jatuh cinta terlebih dahulu untuk merasakan sensasinya, karena ia memang tidak percaya cinta. Ia kemudian setuju ketika ditunjuk untuk mengikuti 29 1/2 hari dengan hanya bertujuan menemukan ibunya yang menghilang selama ini. Meski pada akhirnya ditengah pencarian itu, ia terpaksa mengakui tanpa ramuan sensasi jatuh cinta yang ia buat, ia benar-benar telah merasakan jatuh cinta itu sendiri.

Keira, seorang presenter acara televisi yang selalu terkurung dengan masa lalunya . Ia mencintai seseorang dari masa lalu dan menunggu orang itu untuk mengembalikan kunci hatinya yang dibawa pergi. Selama berharap kembalinya seseorang itu ke sisinya, seseorang yang lain datang dan mencoba menawarkan cinta kepadanya, yang kemudian ia acuhkan. Untuk menghilangkan permasalahan itu ia mencoba mengikuti 29 1/2 hari dan berharap permasalahannya selesai dan belajar mencintai kembali.
Mulanya mereka hanyalah orang asing. Namun, takdir yang terkadang melampaui logika mempertemukan mereka

Selama ini, sebagai seorang pembaca buku, bisa dikatakan aku selalu menemukan diksi yang berbeda-beda dari setiap penulis. Ada yang menarik, unik, atau bahkan bertele-tele dan cenderung membosankan. Tapi untuk karya sastra Nia Nurdiansyah ini tanpa pikir panjang aku langsung mengkategorikannya ke jajaran buku yang memiliki diksi yang sangat baik, khas, dan juga berbobot. Berbobot yang kumaksud disini lebih pada banyaknya kandungan-kandungan filosofi yang lugas dan bermakna. Mungkin ini juga karena Nia  sendiri adalah seorang mahasiswi psikologi sehingga dia sangat bisa 'bermain' lebih dalam bidangnya ini.

Adapun keistimewaan lain juga terletak pada twist nya yang apik. Rentetan puzzle-puzzle  konflik di awal kisah  sepertinya sengaja disebar  seolah-olah demi menggiringku untuk memahami satu persatu karakter didalamnya. Terutama untuk soal si tokoh anonim dalam novel ini. Dia sosok yang misterius dan begitu kompleks. Jujur saja, aku sangat tertarik dengan karakter ini lebih dibanding dengan yang lain. Bahkan demi mengungkap siapa sosok sebenarnya dibelakang karakter ini, aku rela membaca dengan sangat sangat sangat teliti kisah demi kisah empat karakter yang ada. Hingga akhirnya di pertengahan cerita Nia sukses memainkan twistnya dan membuatku sadar bahwa aku telah salah menjudge salah satu karakternya sebagai si anonim. *_* kesaaaaalllll

Nia, aku hanya bisa bilang , you did a great job with your first book!. Bagus! dan sangat relevan bagi generasi muda sekarang yang krisis jati diri. Tapi sayang sekali untuk novel sebagus ini, tampilan covernya (maaf sekali) tidak terlalu bagus dan mengundang.  Memang simpel dan terlihat fresh dengan adanya bunga Daisy dan amplop bertuliskan 29 1/2 hari disana, tapi entah mengapa dengan cover seperti itu akan sangat sulit menarik perhatian pembaca jika dijajarkan di etalase-etalase toko buku. Kalau menurutku sih akan lebih baik kalau covernya bisa lebih dibuat lebih artistik lagi dan  menonjolkan kehidupan tokoh didalamnya. 

Overall, I LOVED this books sososososososososo much!!

Lima bintang ditangan.


=================

Judul : 29 1/2 hari
Penulis : Nia Nurdiansyah
Penerbit: Grasindo
Terbit : @2011
ISBN :  
Tebal :355 hal

=================

1 comment:

  1. Ho, kayaknya ceritanya menarik, sedikit misteri dan ada twistednya juga, tapi memang benar dengan cover seperti itu, plus nama penulis yang menurut aku belum terdengar gaungnya, akan sulit menemukan daya tarik untuk membelinya. But lemme try for this one. Thank you!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...