Monday, August 29, 2011

Khokkiri (코끼리 )

Jika SeoulMate memiliki kambing sebagai simbol cerita, maka Khokkiri (gajah),novel ke 12 Lia Indra Andriana kali ini mengusung gajah sebagai simbol. Gajah, kenapa gajah?karena ternyata simbol gajah memiliki makna mendalam dari keseluruhan cerita.

Gajah yang merupakan mamalia darat terbesar di dunia itu,ternyata memiliki fakta unik berupa kemampuan daya ingat yang kuat. Hewan ini memiliki tengkorak besar dan kuat sehingga mampu mengingat perintah –perintah yang diajarkan dan jarang melupakannya. Tidak mengherankan kalau banyak yang setuju dengan pendapat kalau gajah adalah hewan dengan ingatan paling baik sedunia. Oleh karena fakta daya ingat ini jugalah yang menjadikan gajah sebagai simbol pengingat dari sebuah bingkai cerita cinta yang berlandaskan kenangan,Khokkiri.

Dimulai dari kehadiran Adriel Jo ( Jo Ji Ho), seorang pemuda Korea yang tinggal dan bekerja di biro periklanan Indonesia. Ia jatuh hati pada Rebecca, gadis pendiam dan penakut yang merupakan salah seorang staf kantornya. Hubungan mereka berdua semakin dekat ketika curhatan-curhatan Becca tentang Adriel di blognya dibaca dan ditanggapi sendiri oleh Adriel dengan nama samarannya TOP . Mereka berdua pun lalu menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih selayaknya  manusia normal lainnya.

Disisi lain, ada pula hubungan sepasang kekasih yang telah bertunangan, Richard dan Della yang terbilang harmonis. Richard, seorang pria dewasa tiga puluhan tahun yang berprofesi sebagai seorang dokter sekaligus kakak tiri Adriel. Richard begitu mencintai kekasihnya Della, gadis yang berprofesi sebagai penerjemah sukses dan memiliki kepribadian yang tegas dan percaya diri,bertolak belakang dengan kepribadian Rebecca.

Dua pasang kekasih ini menjalin hubungan asmara tanpa saling bersinggungan satu sama lain. Hingga pada suatu ketika, Della bertingkah aneh dan menghilang secara tiba-tiba dari kehidupan Richard. Mengetahui hal itu,Richard sontak menjadi bingung dan hilang arah. Ia mencoba mencari tahu keberadaan Della . Ditengah pencariannya, ia menemukan fakta mengejutkan bahwa Della pernah mengalami kecelakaan di Korea dan kehilangan saudara kembarnya Rebecca.

Tak mau tinggal diam dengan keadaan ini, Richard segera menyusul ke Korea dan mengetahui fakta yang lebih mengejutkannya disana. Fakta yang mampu menjungkirbalikan kehidupan Richard dan hal-hal yang selama ini ia percayai tentang Della. Disamping itu,di Indonesia, keinginan baik Adriel untuk mempertemukan Becca dengan Richard malah membuahkan konflik dimana Richard menganggap Becca adalah Della sedangkan Adriel menggangap sebaliknya. Pertemuan itu pun akhirnya menjadi titik balik perseteruan antar kedua saudara tiri berbeda kebangsaan itu.

Kemudian,baik Adriel maupun Richard terpaksa  memandang dua gadis,dua cinta,dalam satu tubuh yang sama. Resiko cinta yang tak pernah terlintas dalam benak mereka. Tak ada yang ingin percaya  pada kenyataan bahwa salah satu diantara gadis yang mereka cintai adalah saudara kembar yang telah meninggal dunia. Bagaimanapun juga,tak ada yang ingin mengalah.

Kedatangan Lucie yang tiba-tiba pun juga semakin memperumit keadaan. Gadis itu menyelinap dan membangun kisahnya sendiri sambil menertawakan kisah cinta,ambisi, dan keberadaan Adriel-Becca-Richard-Della sebagai suatu  tontonan yang lucu . Tapi, biarpun begitu,sama seperti yang lainnya, ia pun ingin dikenang.

Lalu bagaimana kisah cinta yang teramat kompleks ini berakhir? Apakah mereka berlima mampu meyakinkan diri bahwa diantara mereka pada akhirnya  ditakdirkan untuk bertemu,tersingkir serta rela menjadi hanya sebatas kenangan semata?

Ini adalah novel istimewa yang sukses membuatku tak melepas halaman demi halaman sampai kisah ini berakhir. Kompleks dan cenderung berat dibandingkan novel Lia yang sebelumnya. Tapi itulah sisi menariknya. Setiap karakter dan kisahnya di sepertiga awal disusun seperti puzzle hingga seolah-olah mengajak pembaca untuk berpikir,mengolah,dan menghubung-hubungkan rentetan peristiwa yang terjadi hingga mencapai kesimpulan yang memuaskan. Begitupun juga dengan Topik D.I.D (Dissociative Identity Disorder)/ kepribadian ganda yang diangkat sangat menarik dan terbilang langka. Jarang aku temui penulis yang mau menggali hal-hal berbau medis dalam novelnya dan apa yang Lia lakukan di novel ke 12 nya yang tetap berbau Korea ini adalah suatu kemajuan besar.

Tambahan keistimewaan novel ini  juga terletak kemampuan Lia memindahkan para alter ego karakternya pada komposisi yang tepat.Tidak ada yang tumpang tindih ketika kemunculan para alter terjadi. Namun sayangnya,  karena terlalu terfokus pada tiga alter yang menguasai tubuh sehingga deskripsi asal muasal alter sampingan Lady vampire yang muncul dipertengahan cerita  tak terlalu mendapat porsi perhatian yang cukup. Siapa sebenarnya Lady Vampire? kenapa dia muncul? tak ada jawaban pasti.

but overall, cerita yang tak biasa dan karakter mempesona membuatku tak segan-segan memberi Two Thumbs up untuk drama psikologi Lia yang mendebarkan ini!!One of my favorites books of 2011. I can't wait to see what Lia has for us next! 

Note: Aku sempat bingung dengan penulisan Khokkiri atau Kokkiri yang tepat dipakai buat menggambarkan kata gajah. Tapi, setelah ditanya ke penulisnya ternyata sebenarnya tulisan hangeulnya 'kh' karena dulu belum ada penyamaan romanisasi jadinya dibuat gampang jadi kokkiri. :)
Sejak tahun 2009 lalu, Korea sudah bikin penyelarasan untuk memudahkan orang asing belajar bahasa korea tapi umumnya penulisan ini tak terlalu banyak digunakan. 
Thks untuk pencerahaannya kak Lia. Maklum awam banget masalah kayak gini. hehehehe 
+ada juga bonus sisipan komik mini Indonesia dan Korea lho :)
=================

Judul : Khokkiri : Kusimpan Seuntai Kenangan Abadi Tentangmu
Penulis : Lia Indra Andriana
Penerbit: Haru
Terbit : @2011
ISBN :978-602-98325-1-8
Tebal : 308 hal

=================

6 comments:

  1. Baru sekali aku baca bukunya Lia Indra, yang judul Marrying AIDS, lumayan enak gaya penceritaannya.

    ReplyDelete
  2. sbg mahasiswi psikologi, aku tertarik baca novel ini XD apalagi ada hal 'berbau' koreanya :D

    ReplyDelete
  3. Hmmm... nggak heran kalo ada yang bilang gajah lebih cerdas ketimbang lumba-lumba. :)

    ReplyDelete
  4. oh Lia ini yang pengarang Marrying Aids ya.. aku belum pernah baca buku ini, tp reviewnya bikin penasaran deh, hihihi..

    ReplyDelete
  5. Wow, websitenya keren. Infonya juga Mantap, saya mau ikut share tentang informasi Desain Grafis, Cara Membuat Cover Buku, Kartu Nama, Brosur dan artikel lainnya.happy blooging.

    ReplyDelete
  6. DID, penyakit ini sangat membuat saya tertarik :),

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...