Friday, August 5, 2011

The Chemical Garden #1 : Wither


Cover yang artistic, synopsis yang menarik, dan judul yang mengundang rasa penasaran menjadi satu paket komplit yang membuatku--sejak februari lalu-- menginginkan novel trilogi The Chemical  Garden: Wither karangan Lauren Destefano ini. Tapi siapa sangka,ternyata sejalan dengan keinginan untuk dapat membaca novel ini, terjemahannya malah telah terbit dibawah naungan hak cipta terjemahan Penerbit Kantera. Sangat mengesankan memang, menyadari begitu cepatnya penerbit ini bertindak. Tapi dengan begitu, aku kira hal ini sangat membantu karena pembaca Indonesia dapat  dengan lebih cepat membaca suguhan terbaru  sastra luar negeri  sehingga tidak perlu terlalu lama lagi menunggu.

Dengan mengambil setting Amerika Utara di masa depan, novel ini hadir dengan memunculkan Rhine Ellery sebagai tokoh utamanya. Gadis 16 tahun yang terjebak dalam dunia yang telah kacau balau setelah perang dunia ketiga berakhir. Dunia yang penuh dengan ilusi dan kekacauan genetik umat manusia. 

"INILAH CARA DUNIA BERAKHIR BUKAN DENGAN LEDAKAN TETAPI RINTIHAN"

Versi USA
Pada waktu itu,  manusia dihadapkan pada kemajuan teknologi  tinggi yang mampu menciptakan generasi manusia yang tangguh terhadap berbagai penyakit dan mampu bertahan dengan umur yang panjang. Generasi tangguh ini disebut generasi tua. Namun lain halnya dengan generasi tua, generasi berikutnya muncul dengan kondisi sangat lemah dan berumur pendek. laki-laki 25 tahun;perempuan 20 tahun.

Di situasi inilah Rhine terjebak. Ditengah usianya yang mencapai 16 tahun, ia dan para gadis lainnya diculik oleh para pengumpul yang akan menjual mereka kepada Tuan rumah kaya ataupun tempat prostitusi. Rhine yang Heterochromia (kelainan jumlah melanin pada irisan mata) beserta dua gadis lain, Cecily (13 tahun) dan Jenna (18 tahun) diseleksi dan akhirnya terpilih menjadi para calon pengantin Linden Ashby ,sang  tuan rumah kaya yang membeli mahal mereka bertiga.

Tidak banyak yang mampu dilakukan Rhine setelah itu untuk menolak takdir sial yang datang kepadanya. Kebencian Rhine pada Linden pun perlahan-lahan digantikan oleh rasa pasrah yang tidak berkesudahan. Ia terpaksa menerima statusnya  sebagai salah satu istri Linden dan berteman baik dengan sesama istri lainnya. Berbagai kemewahan pun menjadi imbalan yang didapatkan Rhine beserta istri lainnya di rumah Linden. Diantara kemewahan yang didapatkan Rhine itu adalah dilayani oleh Gabriel, pelayan setia yang akhirnya diam-diam menjadi teman dekatnya selama ia tinggal disana.

Kemewahan dan kenikmatan tanpa batas hari demi hari ternyata tidak menjamin kehidupan mereka senyaman kelihatannya. Rhine sadar bahwa ada sesuatu rahasia besar misterius yang sama tertutupnya dengan rumah itu. kemisteriusan yang memberinya dorongan kuat untuk keluar. Bermodalkan kenekatan, Rhine mencoba berbagai upaya untuk kabur meskipun berulang kali pula ia gagal mendapatkannya. Hingga suatu ketika Rhine menemukan jalan keluar itu. Jalan keluar dengan cara bersandiwara  demi mendapatkan kepercayaan Linden. Meskipun Rhine tahu, jika saja ia salah melangkah dan ketahuan, gerbang kematian tengah menantinya di rumah itu.

Debutan Lauren ini menurutku sukses menyajikan plot segar dalam dunia dystopian melalui  ramuan romance dan thriller yang seimbang. Tidak hanya itu saja, jalinan kata sastra-ilmiah yang tersusun pun  sangat tajam dan sarkastik. Bisa dibilang,untuk seukuran novel awal secara keseluruhan novel ini sangat memikat dengan kelebihan-kelebihan itu hingga bahkan melampaui ekspektasi tinggiku sebelumnya.

Sayangnya, ada keganjilan yang masih menjadi tanda tanya besar ketika aku mengakhiri novel ini. Yaitu disaat peristiwa pembantaian melalui penembakan pada gadis yang tidak terpilih oleh para pengumpul. Kenapa mereka harus ditembak? Bukankah mereka komoditi berharga untuk dapat mempertahankan kelangsungan generasi manusia setelahnya? Aku rasa peristiwa penembakan masal itu sangat tidak masuk akal bagiku dan  menurutku juga keluar dari ketentuan hidup yang telah dibangun sebelumnya oleh Lauren. Kemudian yang terakhir pada kurangnya eksplorasi  mendalam terhadap budaya,politik, dan ekonomi masyarakat di zaman itu sehingga tak pelak menghasilkan alur cerita yang kurang greget dan terasa mengambang dalam penyajian dunia masa depannya.
Biarpun begitu,karena  cukup besarnya porsi perhatianku pada ending dari trilogi ini,kemungkinan besar novel ini akan kutunggu sekuel lanjutannya Fever yang akan rilis februari 2012 mendatang. Aku harap lebih..lebih..baik lagi.


Ps: sejauh ini hanya Indonesia yang satu-satunya merubah cover novel Wither lho..(meski aku harap lebih baik cover yang asli) tapi cover Indonesia juga manis...salut untuk desainernya. Moga cover  sekuel selanjutnya lebih bagus lagi yaaaaa..


=================


Judul :The Chemical Garden: Wither
Penulis :Lauren Destefano
Penerjemah: Maria M Lubis
Penerbit: Kantera
Terbit : @2011
ISBN :978-602-98377-3-5
Tebal : 400 hal

=================

5 comments:

  1. ahh.. belom sempet beli yang ini. kemarin2 sih pikir2 karena kayaknya heboh banget ya diluar. Kalau dibandingin Hunger Games yang sama2 dystopian, bagusan mana?

    ReplyDelete
  2. Wow. Iya, desain sampulnya bagus... :)

    ReplyDelete
  3. Eh, baru tau udah diterjemahin buku ini!! Thanks for the review :)

    ReplyDelete
  4. saya suka kovernya,misteri gimana gitu..ceritanya juga kayaknya bagus. Thanks ya untuk infonya (saya suka review-review blog ini. keep writting ya.) ^_^

    ReplyDelete
  5. fca,,,review barunya dong.. ditungguuuuuuuuu!!!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...