Saturday, July 16, 2011

Diary of a Wimpy Vampire: Because the Undead Have Feelings Too

 
Seperti Edward Cullen, Nigel Mullet diubah menjadi vampir pada masa remaja dan akan tetap berada dalam tahap itu selama-lamanya. Tapi sayang, dalam hal ini Nigel menjadi vampir dalam usia 15 tahun, usia yang rentan berhadapan dengan suara yang baru pecah maupun jerawat yang tumbuh subur di wajah. Ditambah lagi, fakta menyakitkan lainnya bahwa ia tidak  memiliki ketampanan maupun kekuatan layaknya vampir biasa semakin menambah sederetan kekesalan atas ketidakberuntungan yang bertubi-tubi datang menimpanya.


Namun  mendadak semua kekesalan itu hilang setelah Nigel bertemu Chloe. Chloe Sparrow, nama lengkapnya. Siswi pindahan yang menjadi sasaran cinta si vampir Nigel. Berbagai trik pun dilakukan Nigel untuk mendekati Chloe yang pemalu. Dimulai dari bagaimana ia mencoba berkenalan, mengganti topik pembicaraan, hingga mengubah gestur tubuh agar terlihat lebih keren di mata Chloe. Tapi sayang, Nigel tidak  seperti layaknya Edward Cullen yang mampu memikat Bella Swan. Ia tidak mampu menunjukan kemampuan khusus baik dalam hal pesona,ketampanan maupun kekuatannya sebagai vampir dihadapan Chloe, sebaliknya justru yang ia dapati adalah kesan yang aneh dan sangat meragukan yang harus dilihat gadis itu ketika bersama dengan dirinya.


Lalu apa yang harus Nigel lakukan dengan keadaaan ini? Mencari trik baru? Tapi apa? Belum sampai terjawab pertanyaan batin Nigel itu,Wayne teman sekelasnya ternyata telah keburu berpacaran dengan Chloe pujaan hatinya. Kesal,benci,sedih,tentu saja. Semua perasaan itu  bercampur aduk dalam diri Nigel hingga membuatnya merana menjalani hari-hari abadinya.


Memang,untuk persoalan patah hati kali  ini, tidak mudah bagi Nigel untuk menerimanya. Ia sudah menunggu bertahun-tahun untuk mencari gadis yang tepat untuk dirinya hingga tanpa ia sadari gadis-gadis yang dulu ia sukai kini telah lansia bahkan meninggal dunia. Ironis memang!tapi itu dulu. Nigel tak peduli apapun lagi saat ini karena menurutnya Chloe lah  satu-satunya semangat hidupnya yang tetap harus ia pertahankan. Bagaimana mungkin ia membiarkan Chloe begitu saja? Puisi-puisi pun menjadi lahan segar bagi Nigel untuk menggambarkan rasa cinta terdalamnya pada Chloe. Berikut ini dua puisi terhebat yang Nigel anggap dengan narsisnya sebagai dua puisi cinta terhebat yang pernah ia ciptakan dan seharusnya patut diterbitkan di berbagai media dunia.


Sang pemburu
Seandainya aku sang penggigit, kenapa aku yang digigit?
Seandainya aku sang penyerang,kenapa aku yang diserang?
Seandainya aku sang pemburu,kenapa aku yang diburu
Oleh keputusaan?


(157-158)


Sang Predator
Akulah sang predator
Yang ingin menyedot darahmu
Jadi bagaimana mungkin
Kau yang menyedot kehidupan dari dalam diriku
Dengan penolakan
Ini menyebalkan


(163)


Disamping kisah Nigel yang susah payah berjuang mendapatkan cinta dari Chloe, Nigel juga harus dihadapkan pada kehidupan aneh keluarga vampirnya dan  pertemanannya dengan geng gothic di sekolah. Belum lagi, adanya kasus pengigitan vampir di area sekitar lingkungan tempat tinggal Nigel menambah kerunyaman konflik batin dalam diri Nigel. Bagaimana seandainya kalau orang tua Nigel yang tersandung kasus itu? Apakah dirinya harus pindah ke kota lain ditengah perjuangan cintanya pada Chloe? Berhasilkah pada akhirnya Nigel mendapatkan kekuatan vampirnya seperti yang semestinya?


Semua pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab setelah kamu membaca novel ini. Novel yang menurutku spesial karena  menampilkan perpaduan karakter lucu dan narsis ala Nigel, si vampir paling tengil yang pernah ada. Sifat Nigel yang tengil itu  menurutku juga  mampu ‘menendang habis’ fakta-fakta kharismatik dan mengerikan yang menjadi  stereotipe vampir dalam pikiran masyarakat dari dulu sampai sekarang Tapi disinilah poin paling menariknya. Nigel merupakan tokoh vampir baru yang menyajikan gelak tawa melalui kisah perjuangan cintanya dalam mendapatkan Chloe si gadis pujaan nya. Meskipun adanya kemiripan kisah dan karakter yang sepertinya diinspirasi dari Twilight, hal itu tidak lantas mengubah novel ini seperti kembarannya Twilight. Novel ini berdiri sendiri dengan plot cerita dan karakter-karakter remajanya yang lucu dan lugu sehingga mendatangkan kesan yang berbeda dari Twilight itu sendiri.


Kemudian poin menarik lainnya dalam novel Tim Collins ini juga terletak pada sajian kisahnya yang tidak biasa. Jika novel Virus Dreamunus Nekatisimus menyajikan kisah dalam bentuk kumpulan surat-surat maka novel Diary of a Wimpy Vampire ini menyajikannya dalam bentuk buku harian yang sesungguhnya. Ada tangal-tanggal harian yang tercantum dan juga lompatan-lompatan kejadian yang secara garis besar merupakan kejadian paling menarik atau paling menyedihkan yang dialami oleh Nigel pada hari itu. Plus,selama alur cerita berlangsung pembaca juga akan dimanjakan oleh ilustrasi-ilustrasi manis karya Andrew Pinder yang menggambarkan para karakter dan kejadian kecil dalam setiap bagian-bagian cerita di novel fantastis ini. Ikut ambil bagian dari petualangan humornya Nigel?ayo baca dan rasakan sensasinya.




=================


Judul :Diary of Wimpy Vampire : Because The Undead Have Feeling Too/Karena Manusia abadi Juga  Memiliki Perasaan
Penulis : Tim Collins
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Kantera
Terbit : @2011
ISBN :978-602-98377-1-1
Tebal : 283 hal

=================

4 comments:

  1. sebentar, ini penulisnya masih sama dengan diary of the wimpy kid itu bukan yak? jadi penasaran. kayanya bikin ngakak...

    ReplyDelete
  2. @Huda Tula: hehehe gak kok,beda...yang diary of wimpy kid itu pengarangnya Jeff Kinney,kalo yang ini Tim collins..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...