Monday, July 4, 2011

Dan Hujan Pun Berhenti...

Bagaimana jadinya jika orang-orang yang seharusnya kamu percayai berkhianat kepadamu?Mengkhianati seluruh kepercayaan yang kamu bangun dan menelantarkannya hingga membuatmu terpuruk? begitulah setidaknya yang dialami Leostrada, blasteran Indonesia-Jepang yang menjadi tokoh sentral novel ini. Leo adalah salah seorang anak SMA di Bandung dengan kehidupan yang tidak seperti layaknya anak SMA pada umumnya. Leo memilih kabur dari rumah mewahnya dan  tinggal di apartemen kecil dengan alasan tidak tahan lagi pada sikap kedua orang tuanya. Ayah yang ia percayai sebagai pelindung malah kerap melakukan kekerasan fisik terhadapnya. Begitupun dengan ibunya yang berselingkuh dan tidak peduli dengan keadaan keluarga. Karena itulah, Leo merasa kehilangan figur orang tua sekaligus rasa percayanya pada siapapun. Sosok Iris yang kemudian datang dan menumbuhkan kembali kepercayaan dalam hidupnya juga tiba-tiba hilang begitu saja akibat kecelakaan mobil yang tragis.

Hidup Leo pun menjadi kian terpuruk oleh semua kenyataan pahit yang menimpanya. Namun ditengah keterpurukan itu, Leo akhirnya memutuskan untuk menata ulang hidupnya dengan bangkit dan bertransformasi menjadi Leo yang baru. Leo yang memandang semua hal dengan tawa seolah-olah ia bahagia. Membuktikan pada semua orang termasuk orang tuanya dan Iris bahwa dirinya akan memperoleh kebahagiaan dengan mudah tanpa kehadiran mereka disisinya.

Sampai pada suatu hari,Leo bertemu dengan Spiza. Gadis misterius yang tiba-tiba  membuat Leo tergelitik untuk mengenalnya lebih dalam. Apalagi percakapan dirinya dengan Spiza ketika gadis itu menggantung Teru-Teru Bozu di atas pohon masih membekas dalam benaknya.

"Hei! Kenapa menggantungkan itu?"
"Biar hujan nggak turun."
"Memangnya kenapa kalau turun?"
"Aku akan keburu mati sebelum aku bunuh diri."
"Kamu mau bunuh diri?"
"Ya, asal nggak hujan."
"..."


Bertemu dengan Spiza seperti menemukan kembali kebahagian kecilnya yang telah lama hilang setelah kepergian Iris. Kemiripan tidak sengaja yang dimiliki Spiza membuat Leo berpikir Spiza adalah reinkarnasi dari sosok Iris-nya yang hilang dan hal itu membuatnya senang. Tapi ternyata, tanpa Leo sadari, Spiza hadir dalam hidupnya bukan hanya untuk memberinya kebahagian semata, tapi juga masa lalu yang mampu menghancurkan hubungan yang telah lama terjalin diantara mereka berdua.

Sejak kemunculan pertama Dan Hujan Pun Berhenti tahun 2007 lalu, aku sangat berharap bisa membaca novel karangan Farida Susanty ini. Apalagi adanya kalimat khusus di cover novel kalau pengarang adalah pemenang Khatulistiwa Literary Award? siapa yang tidak penasaran,kan?Sayangnya keinginan untuk memiliki novel ini tidak tercapai di tahun itu karena aku sama sekali tidak menemukan novel ini di toko buku manapun yang kukunjungi di daerahku. Tapi syukurlah akhirnya kesempatan itu datang juga dengan diterbitkan lagi tahun  ini oleh Grasindo dengan cover yang  sangat 'mengundang' mata karena menggunakan objek si boneka penangkal hujan khas Jepang,Teru-Teru Bozu.

 
Lalu tidak hanya cover saja yang memikat,isi novel pun tak kalah demikian. Diawali dari penjabaran karakter-karakternya yang sangat menarik. Terutama Leo. Kalau kamu ingin mendapati karakter laki-laki yang romantis,humoris,atau malah sangat sempurna kamu bakal kecewa dengan apa yang ada didiri Leo. Tapi disinilah menariknya. Leo hidup dan mendominasi cerita dengan sikap angkuh,egois,dan sok berani melawan kehidupannya itu, sebenarnya hanyalah laki-laki yang punya banyak kelemahan tetapi punya sifat yang tulus dalam menyayangi seseorang (contohnya kasus Iris). Itulah Leo. Dan dalam novel ini,kamu pasti akan terpesona oleh karakter Leo ini melalui sudut pandang khas laki-lakinya yang sangat nyata tercipta (padahal penulisnya perempuan lho!). Kemudian juga alur ceritanya yang kelam dan kompleks tapi terjalin rapi hingga akhir. Alur cerita yang tidak biasa dan menjadi terobosan yang  mencengangkan diantara kerumunan teenlit yang menawarkan cerita cinta. Hal itu juga itu tidak dipungkiri mengingat penulis ini tampaknya mengadakan riset panjang,termasuk untuk pendalaman karakter Leo,dan juga menciptakan rangka cerita yang tidak terkesan dangkal. 
 
Adapun beberapa kekurangan dari novel karya Farida Susanty ini menurutku cukup banyak. Yang pertama adalah  kesalahan cetak dihalaman 273 dan 285. Dimana dikedua halaman itu tercetak sama (Bab 20). Awalnya kupikir hanya aku saja yang mengalami hal ini,tapi setelah di cek lanjut ke penerbitnya ternyata semua cetakan novel ini mengalami hal serupa. Kemudian yang kedua pada typo berupa angka 7 dihalaman 282 yang nyempil begitu saja didepan kalimat. Maksudnya apa ya? . Ketiga, sikap karakter Leo yang sedikit ganjil. Di novel ini tertulis kalau Leo itu tidak butuh siapapun dalam hidupnya--untuk menguatkan anggapan betapa 'keras'nya dia--tapi kok dia malah mau-maunya bergantung pada Cashey kakaknya dalam membiayai apartemen dan segala yang ia butuhkan. Berarti itu sama artinya kalau Leo masih membutuhkan bantuan orang lain,kan? Terakhir,yang paling menganggu,pada penggunaan kalimat  font yang besar-besar dalam dialog antar tokoh didalamnya. Entah kenapa penulis menggunakan cara ini untuk melampiaskan emosi atau penekanan dialog,padahal tanpa itu juga pembaca bakalan tahu apa yang dirasakan setiap tokohnya. Yah, karena adanya kekurangan seperti ini,novel seharusnya kuberikan bintang 5 terpaksa turun peringkat jadi 4 deh.



ps: buat penulis ditunggu karya selanjutnya ya...




=================


Judul : Dan Hujan Pun Berhenti
Penulis : Farida Susanty
Penerbit: Grasindo
Terbit : @2011
ISBN :
Tebal : 322 hal

=================

7 comments:

  1. ahhh buku ini emang bagus, meskipun aku sendiri belum baca. tapi sudah banyak diomongin dimana-mana. bahkan ada yang bilang kalau buku ini lebih bagus dari Filkopnya Dewi Lestari. hehehe.. kayanya ini cetakan ulang ya, cover yang dulu ngga begini..

    pinjem dong.. :p

    ReplyDelete
  2. Ya Tuhaan... banyak sekali buku bagus. yang ini dapat 4 sapi..
    hmmmh..

    ReplyDelete
  3. Kayaknya lumayan bagus ya.. Aku selalu kagum sama penulis yang bisa masuk ke karakter opposite gendernya..

    ReplyDelete
  4. @huda
    4 sapi?? hah?? kok ratingnya sapi juga??

    ReplyDelete
  5. wihhh.. dikasih rating 4, jadi tambah penasaran. Aku pernah baca tulisannya Farida Susanty baru satu kali, gaya penulisan yang dia punya memang menarik. Buku ini masuk wishlist :)

    ReplyDelete
  6. cerita yang bikin tambah kita termotivasi nih ya, jangan sampai kegagalan itu bikin kita makin gagal, tapi malah seharusnya jadi cambuk buat bikin kita jadi baru yang lebih baik. :)

    ReplyDelete
  7. aku suka blog ini dan resensi2nya. Follow :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...