Friday, June 10, 2011

Semburat Senyum Sore

"Kalau kita enggak bisa dapat apa yang kita suka,lebih baik kita suka apa yang kita dapat"

Semua bermula dari kehidupan Langit Astreila Kawiswaran atau akrab disapa Langit yang menjadi tokoh utama novel ini. Langit adalah  tipe gadis energik 20 tahunan yang sangat supel meski terkesan cuek. Dalam kesehariannya, ia  disibukan dengan kuliah serta pekerjaannya yang padat sebagai penyiar radio kenamaan di kota Bandung.

Hari-hari dilalui Langit tanpa kesan ketika akhirnya ia bertemu dengan Nenek Romlah. Nenek yang berprofesi sebagai pedagang di pinggir jalan itu, telah menyita perhatiannya sejak awal pertama kali bertemu. Nenek itu tampak teramat renta dan Langit bersimpati karenanya. Oleh karena itulah, Langit  sengaja datang setiap kali ada kesempatan ke pinggir jalan tempat Nenek Romlah biasa bekerja untuk sekedar membagi pengalaman bersama. Dari sanalah persahabatan kecil tercipta. Nenek Romlah yang merasa senang dengan perhatian Langit, tidak merasa sungkan untuk mengajak gadis itu ke rumahnya dan  memperkenalkan gadis itu dengan Waris,cucu laki-lakinya. Semenjak itulah,persahabatan Langit dan nenek Romlah pun semakin terjalin erat.

Disamping keberuntungan Langit dapat bertemu dengan Nenek Romlah yang menginspirasinya, Langit  juga mendapat kesempatan untuk menjadi penulis skenario pada proyek film indie yang digagas studio siaran tempat ia bekerja.Tidak disangka pula,Langit bisa bekerjasama dengan Thyo,salah satu rekan kerja dalam proyek film indie itu. Langit yang semula menaruh perasaan suka terhadap Thyo terpaksa harus memendam perasaannya ketika ia mengetahui bahwa Thyo menyukai gadis lain. Menghindari kenyataan pahit itu, Langit pun berpaling pada Arda,vokalis band indie yang secara intens mengejar dirinya.

Api cemburu pun mulai merasuk dalam diri Thyo. Ia tidak begitu senang dengan kedekatan Langit dan Arda tanpa tahu alasannya dibaliknya. Thyo yang semula mampu menutupi rasa cemburunya, akhirnya mulai gerah  ketika tahu perasaannya kian jelas sejak ajakan Langit ke rumah Nenek Romlah untuk belajar arti kebahagian hidup yang sesungguhnya. Selama kebersamaan itulah,Thyo merasa bahwa Langit tidak hanya memberi kenyamanan dalam pertemanan tapi juga perhatian lebih kepadanya dibandingkan Mikha,gadis yang selama ini ia sukai. .

Berbagai persoalan pun timbul berkelanjutan sesudahnya. Dimulai dari kehidupan sulit Nenek Romlah hingga beliau jatuh sakit,kekerasan terhadap Waris dilingkungannya, sampai kerumitan masalah keluarga Langit yang datang silih berganti. Namun disisi lain, persoalan itu jugalah yang semakin mendewasakan sekaligus mengakrabkan hubungan Langit dan Thyo. Sekaligus memperjelas perasaan keduanya.

Bisa dibilang,secara keseluruhan aku sangat menyukai alur cerita novel ini. Penulis menurutku berhasil mengolah cerita yang memang tampak sederhana namun sangat berwarna. Tapi,yang membuatku kagum lebih kepada diksi pengarang yang ringan dan cenderung mengalir apa adanya. Selipan-selipan humor khas Langit pun memang berada pada porsi yang pas tanpa perlu penambahan yang berlebihan.

Hal terakhir yang juga paling  menarik dari novel ini juga terletak pada karakter Langit yang menurutku sangat merefleksikan karakter penulis aslinya. Vinca Callista sendiri adalah seorang penyiar di radio 99ers Bandung,mahasiswi FIKOM UNPAD dimana dalam novel ini tertulis kalau Langit kuliah di FIKOM UNPAG,diplesetin dikit. Tambahan lain juga ilustrasi yang mirip gambaran wajah penulis, kisah nenek Romlah yang ternyata beneran terjadi yaitu pada postingan di blog  penulis berjudul Sahabat Rentaku yang bisa dilihat disini.Ya,mungkin ini adalah novel sekaligus diary juga bagi penulisnya.hmm who knows??

Selain itu,kalau untuk hal yang kurang disenangi di novel ini sih lebih pada penggunaan bahasa gaul elo-gue yang terkadang kurang nyaman dibaca. Memang ini lebih pada opini pembaca yang sifatnya relatif, tapi yah karena ini opini dari pembaca sepertiku maka bisa dibilang aku kurang sreg dengan hal-hal seperti ini.hehehehe

Tapi,overall bagus kok. Layak dikoleksi. Dan thanks berat buat Penerbit Atria yang mengirimkan novel istimewa ini padaku. Top deh!!



=================

Judul :Semburat Senyum Sore
Penulis : Vinca Callista
Penerbit: Atria
Terbit : @2011
ISBN :978-979-024-484-9
Tebal : 245 hal

=================

5 comments:

  1. Wah pengen baca pengen baca..hoaaaks minjem..hehehe:)

    ReplyDelete
  2. aq dapat novel ini dari vinca callista langsung...tapi ceritanya ringan banget ya. Well..tidak termasuk genreku sih. Makanya pengen ku swap dengan pecinta buku lainnya. Klo punya temen yg mau buku ini let me know ya..biar bisa swap-swapan.
    Aq jga kurang suka dengan penggunaan bahasa gaul elo-gw didalam buku hehehe

    ReplyDelete
  3. @Rosa: hehehe
    @Althesia: iya mbak,novel ini sebenarnya juga bukan genre favorit sih..tapi,karena lagi juga pengen baca yang ringan-ringan akhirnya dibaca juga deh.. :)

    ReplyDelete
  4. semacem teenlit gitu ya mbak ?
    saya udah berhenti baca teenlit sejak dua tahun yang lalu, pindah haluan hhehhe

    ReplyDelete
  5. @Fiction's World: yap,semacam teenlit gitulah...hehehe..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...