Saturday, January 1, 2011

Perempuan Mencari Tuhan

Perempuan Mencari Tuhan adalah salah satu dari sekian banyak karya sastra dari Dianing Widya Yudhistira yang telah dipublikasikan ke masyarakat. Novel ini pada awalnya merupakan kisah bersambung yang dimuat dalam harian Republika dalam kurun tahun 2006-2007, sebelum akhirnya sukses dicetak dalam bentuk buku oleh penerbit media tersebut.

Novel ini sendiri diawali dengan peristiwa detik-detik meninggalnya sosok gadis kecil berusia tiga belas tahun,Theodora Clara Dewi, akibat penyakit leukimia yang dideritanya. Zahra,adik Clara, yang memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Clara merasa terpukul ketika mengetahui kakaknya telah meninggal dunia. Namun,selang beberapa waktu setelah Clara dimakamkan,Zahra berubah menjadi kembali ceria karena ia dipertemukan kembali dengan Clara dalam sosok roh halus. Awalnya,keluarga mengira Zahra hanya sekedar berhalusinasi karena masih belum menerima kepergian Clara. Tapi,setelah adanya rangkaian peristiwa aneh yang menunjukan Clara masih 'ada',mau tidak mau mereka akhirnya harus percaya.

Seiring berjalannya waktu,Zahra yang telah menikah dan melahirkan bayi pertamanya tidak pernah lagi bertemu dengan roh halus Clara. Ia disibukkan dengan bayinya yang diberi nama Ganet. Laksma,kakak Clara dan Zahra,yang dulu iseng menuliskan mana Clara didada mendiang,tidak menyangka akan menemukan tulisan itu kembali didada Ganet ketika tengah memandikan bayi itu. Berulang kali,ia mencoba menghapus nama itu,sia-sia. Bahkan nama itu kian besar dan menjadi lengkap sesuai pertumbuhan Ganet. Laksma pun meyakini bila Ganet adalah reinkarnasi dari sosok almarhum adiknya, Clara.

Masa kecil Ganet dilalui dengan keajaiban. Ganet dapat berbicara di usianya yang menginjak empat bulan. Tidak hanya itu,Ganet pun diberi kelebihan dapat membaca peristiwa atau musibah yang akan terjadi  dihari depan. Ganet pun juga mengetahui peristiwa  sebelum kelahirannya dan mengetahui situasi ditempat yang sangat jauh.Sayangnya kelebihan Ganet ini, membuat ia dan Zahra menjadi repot. Orang-orang yang tidak percaya pada ramalan Ganet menganggap Ganet gila. Hingga terkadang Ganet merasa berdosa karena musibah itu benar-benar terjadi tanpa mampu lagi ia cegah.

Ganet pun kian terpuruk ketika ramalannya mengenai musibah banjir besar yang menimpa ibu kota terbukti. Laksma dan Zahra berusaha menghiburnya dengan mengatakan bahwa semua yang terjadi bukanlah kesalahannya tapi atas kehendak tuhan. Sejak itu,Ganet pun mempertanyakan keberadaan tuhan dan disaat ia menemukan jawaban itu dalam hatinya,ia pun meninggal dunia.

Ini novel yang sangat luar biasa!  menurut pendapatku,novel ini setidaknya memberi warna baru bagi dunia sastra Indonesia melalui kisah pencampuran realitas keluarga dan mitos reinkarnasi yang ditawarkannya. Dalam novelini,aku juga  tidak menyangka bahwa penulisnya mencampurkan unsur rasional dan irrasional di saat yang bersamaan sehingga  membuat aku kadang terjebak dalam dimensi yang dapat diterima dan tidak oleh akal sehat.

Tapi,sangat disayangkan,ada beberapa hal yang kurang nyaman di novel ini. Pertama pada ukuran font tulisannya yang membuatku sakit mata. Ukuran font times new roman-nya antara 12 kebawah. (Sangat tidak nyaman lah!). Selain itu, hal kedua dan terakhir adalah pada typo. Tidak hanya beberapa tapi banyak dan ini terasa sangat menganggu. Aku harap jika  dicetak ulang,kesalahan ini segera diperbaiki. Psst..entah kenapa aku ingin sekali novel ini difilmkan???

=================

Judul : Perempuan Mencari Tuhan
Penulis : Dianing Widya Yudhistira
Penerbit : Republika
Terbit : @2007
ISBN :
Tebal : 286 hal

=================

3 comments:

  1. sepertinya bukunya menariik.. pingin baca jadinyaa

    ReplyDelete
  2. decan ytzse loveyouallAugust 19, 2011 at 2:47 PM

    bukunya sangat menarik..saya dah baca..
    ^_^

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...