Saturday, January 15, 2011

Autumn in Paris

Paris selalu identik dengan kota yang paling romantis di daratan Eropa. Kota yang menyimpan beragam cerita cinta dari berbagai kalangan usia ini,  disimbolkan secara kukuh dalam keindahan tonggak menara Eiffel. Tapi, cerita cinta di Paris yang biasanya berakhir bahagia sepertinya tidak terjadi di novel kedua Ilana Tan,Autumn in Paris.

Kisah cinta yang mengambil setting di Paris,Perancis ini, diawali dari  pertemuan singkat Tara Dupont dan  Tatsuya Fujisawa di sebuah bandara internasional.  Tatsuya  yang pertama kali melihat gadis itu  di bandara  langsung kagum pada sosok Tara  yang cantik ketika berada di siluet senja  yang eksotis. Tidak hanya sampai disitu,pertemuan mereka berlanjut di bar,meski saat itu Tara yang sama sekali tidak mengenalnya karena berada dalam keadaan mabuk. Hingga akhirnya, Tatsuya  sekali lagi bertemu  gadis itu di restoran tempat ia janjian bertemu dengan temannya (Sebastien). Mereka berkenalan dan menjadi sangat akrab.

Saat hubungan antara Tara dan Tatsuya semakin akrab,Tatsuya menceritakan tentang seorang gadis yang dilihatnya di bandara, dan Tara menyarankan agar Tatsuya mengirim cerita itu untuk dibacakan di radio tempat Tara bekerja. Tatsuya pun menyetujui hal itu dan mengirimkan surat-surat tentang pertemuan dengan gadis yang mencuri perhatiannya yang tidak lain tidak bukan adalah Tara sendiri.

Seiring berjalannya waktu,Tatsuya dan Tara semakin dekat dan saling jatuh cinta, hingga  akhirnya Tatsuya berani menceritakan alasan dia datang ke Paris, dan Tara sangat mendukung Tatsuya. Namun saat hari ulang tahun teman Tara, Tatsuya baru mengetahui bahwa laki-laki  yang ditemuinya kemarin dan telah dianggapnya sebagai ayah ternyata juga adalah ayah Tara. Tatsuya sungguh terkejut, namun ia memutuskan untuk mengadakan tes DNA untuk meyakinkan kalau ada harapan bahwa ia bukan anak kandung laki-laki itu. Dan di saat hasil tes DNA keluar,takdir telah tergaris. Tatusya adalah benar-benar anak kandung dari ayah Tara.

Berakhirnya tes DNA itu,berakhir pulalah kisah asmara yang tengah dirajut antara Tara dan Tatsuya.Tatsuya pun memutuskan menghindari Tara meskipun seluruh dunianya terguncang. Namun hal ini membuat Tara menjadi bingung dan sedih. Sedangkan Tatsuya yang jadi gila kerja untuk melupakan Tara,ternyata  malah  mengalami kecelakaan di tempat kerjanya. Di rumah sakit tempat Tatsuya dirawatlah, Tara secara tak sengaja mendengar ayahnya mengatakan pada dokter bahwa Tatsuya adalah putranya. Dunia Tara menjadi gelap seketika. Ia memutuskan untuk bunuh diri, namun ia berhasil diselamatkan oleh Sebastien.

Keesokan harinya sikap Tara langsung berubah drastis. Ia tampak bersikap biasa dalam menghadapi masalah besar yang menimpanya hingga membuat semua orang terkejut tidak terkecuali Tatsuya. Ketika pekerjaan Tatsuya selesai,ia pun mumutuskan kembali ke Jepang. Ia merasa sebaiknya memang perlu menjauhkan diri dari Tara  agar semua yang terjadi tidak memperburuk keadaan gadis itu. Namun di Jepang,ia malah kembali mengalami kecelakaan yang meyebabkannya koma.

Mungkin,secara garis besar kelemahan novel  ini terletak pada pada efek penasaran yang kurang kuat. Penulis tampaknya berusaha keras membuat cerita yang memunculkan kesan misterius melalui rahasia besar pada karakter Tatsuya. Tapi, karena masalah efek penasaran yang masih minim sehingga  pembaca  sepertiku dapat secara gamblang  mengetahui rahasia besar itu tanpa perlu  penjelasan panjang lebar di bab-bab berikutnya. Mungkin dalam hal ini, akan lebih baik jika penulisnya tidak perlu tergesa-gesa untuk menyampaikan kisah akhir dramatis Tara dan Tatsuya karena akhirnya menjadikan novel ini terasa kurang sempurna.

Tetapi sekali lagi, kritik kecil dari seorang awam sepertiku tidak lantas membuatku tidak melihat  banyak sisi menarik dari novel ini. Ya, kisah akhir yang menurutku lumayan menguras hati, apalagi dengan sentuhan manis dari diksi Ilana Tan yang membuai. Alur ceritanya juga menurutku lebih baik dari novel sebelumnya  karena konsepnya terasa lebih mendalam sehingga membuat pembaca seperti hanyut didalam kisah cinta  Tara dan Tatsuya. Dan lebih dari itu,novel ini sukses menutup kisahnya dengan akhir yang mendebarkan sekaligus menyedihkan dengan cara  mematikan karakter Tatsuya yang mempesona. Apalagi buat pembaca perempuan,sesudah mereka menutup novel ini, dalam hati berkata: "Duh,siapa sih yang tidak sedih kehilangan cowok sebaik Tatsuya?"
 
================= 

Judul : Autumn in Paris
Penulis : Ilana Tan
Penerbit :Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @ 2010
ISBN : 978-979-22-2460-3
Tebal : 280 hal

=================

5 comments:

  1. novel ini bagus banget,, hampir nangis ak bacanya, di antara serialmya, ini yg pling ngena

    ReplyDelete
  2. Setuju dengan Restry, Autumn In Paris ini paling berkesan dari buku Ilana lainnya deh.

    ReplyDelete
  3. ini buku pertama buku Ilana yang ku baca dan kayaknya jadi buku yang terakhir juga.
    Nggak tahu kenapa nggak begitu suka ma ceritanya
    Nggak nemu emosinya :D


    Yah, mungkin hanya masalah selera aja :)

    eh template blognya baru yah
    *suka*

    ReplyDelete
  4. novel yang menarikkk.. sedih juga.. saya membaca nya aja sampai menangis tak terbaca ternyata mereka memiliki hubungan darah.. bener-bener kasih tak sampai.. tapi suka sama sifat tara duppont di sini..

    Numpang promo ya jangan lupa juga buat berkunjung ke blog saya:
    obat kista tradisional.
    obat pelangsing herbal
    terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...