Sunday, December 12, 2010

Etzhara: Ketika Takdir Berbicara


Dengan wajah yang tak terlihat jelas karena tertutup oleh kerudung hitam, mereka menatap Kenny yang terbaring tak berdaya di atas tanah dengan tatapan mengerikan. Apa yang mereka lakukan? batin Kenny bertanya-tanya. Pertanyaan itu langsung terjawab ketika salah satu dari iblis itu mendekat dan membentangkan kedua lengan Kenny lebar-lebar, lalu mulai memaku kedua tangannya di atas tanah.
Aneh, mengapa tak terasa sakit? Kenny tak mengerti apa yang sedang terjadi. Apakah ini hanya imajinasiku saja? Ia memandangi kedua tangannya yang telah berlumuran darah. Ternyata tidak. Ia mengerutkan dahi dan kembali bertanya-tanya. Mengapa tak sakit? Apakah rasa sakit di punggungku telah mengalahkan rasa sakit ini? Tidak mungkin. 



Apa yang kalian pikirkan begitu membaca sinopsis Etzhara di atas?Terlihat suram,mengerikan,atau sejenisnya,bukan?

Serius,aku sangat penasaran begitu membaca sinopsis novel  ini. Aku mengira bahwa pengarang Indonesia berusaha mengangkat tema yang kelam atau mengarah pada fantasy menyeramkan seperti karya khas barat yang ada. Tapi kenyataannya,sungguh di luar dugaaan. Sebuah tema percintaan lho.

Kisah percintaan ini diawali oleh cinta pada pandangan pertama dari Kenny Disney (nama yang aneh untuk seorang cowok), cowok pendiam yang jatuh cinta pada seorang cewek di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris. Cewek cantik yang merebut hati Kenny itu adalah Amanda Etzhara.

Kenny dan Etzhara kemudian saling mengenal dan semakin akrab ketika Etzhara memutuskan cowoknya karena ketahuan berselingkuh. Hal ini tidak disia-sia kan Kenny untuk semakin memperjelas hubungan dekat yang terjalin diantara mereka berdua. Dan akhirnya usaha pendekatan yang diakhiri pernyataan cinta dari Kenny membuahkan hasil. Kenny dan Etzhara pun resmi berpacaran.

Selang beberapa bulan kebersamaan antara Etzhara dan Kenny, muncullah masalah besar diantara mereka. Etzhara akan dikirim ke New York selama tiga tahun untuk menempuh pendidikan perguruan tingginya. Awalnya,Etzhara menolak karena tidak ingin menjauh dari Kenny,namun akhirnya ia pun terpaksa menerima permintaan orang tuanya ini.

Tiga tahun lamanya terpisah memberikan dampak tersendiri bagi diri Etzhara maupun Kenny. Etzhara yang menjalani kehidupan barunya di New York cenderung  lebih  menutup diri pada siapapun sedangkan Kenny  malah tenggelam oleh kerinduannya terhadap Etzhara hingga menyebabkan ia terjerumus pada dunia kelam obat-obatan,dunia yang tidak pernah sekalipun disentuhnya.

Sepertinya  memisahkan Etzhara dan Kenny selama tiga tahun dengan membawa konflik masing-masing,belum cukup menggambarkan bagaimana takdir berbicara terhadap kehidupan  pasangan kekasih ini. Kenny yang selama tiga tahun itu, harus rela kehilangan kedua orang tuanya ketika ia tengah berusaha seorang diri keluar dari jeratan dunia kelam obat-obatan. Begitupun Etzhara yang mengalami konflik psikologis akibat pelecehan yang ia terima  selama ia tinggal di New York.

Tragis. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan secara keseluruhan isi novel ini(kalian akan menemukan akhir tragis di akhir kisah ini). Sepertinya sang penulis  memang sengaja menciptakan demikian agar pembaca mendapatkan sebuah alur kisah percintaan yang menyedihkan. Tapi, aku merasa biasa. Biasa  dalam konteks ini adalah biasa dari alur kisahnya. Mungkin karena kisah sejenis ini sudah pernah diangkat diberbagai versi kisah tragis sehingga aku tidak menemukan hal baru didalamnya.

Selain itu,hal yang mungkin paling menganggu di novel ini adalah narasi-narasi yang sebenarnya tidak penting tapi tetap ditambahkan oleh penulis. Seperti keadaan dimana Kenny sedang mandi di kamar mandinya. Penulis menceritakan begitu detail cara-cara Kenny membasuh dirinya dengan busa-busa sabun yang sebenarnya bagian ini tidak perlu diceritakan terlalu detail. Tambahan dialog-dialog kaku yang banyak menghiasi  cerita membuat novel ini betul-betul terkesan mempunyai alur yang sangat lambat . Bagi pembaca yang tidak terbiasa membaca, tentu  akan mudah bosan dengan hal-hal seperti ini.

Hmmm...tidak lengkap rasanya jika tidak menyisipkan sisi baik dari novel ini yang patut diperhatikan. Novel ini menurutku adalah buku pertama yang punya esensi kelam yang begitu terasa. Bisa dibilang ini poin paling penting di buku ini. Dari segi latar belakang, tokoh, hingga setiap peristiwa yang seluruhnya tidak menemukan kata 'terang' menjadikan novel  ini lain daripada  yang lain. Bagi kamu yang sudah membaca Halo, Aku Dalam Novel, novel ini menjadi target berikutnya yang menjadi daftar pilihanmu.



=================

Judul : Etzhara: Ketika Takdir Berbicara
Penulis :Rhino Setyanto
Penerbit : Grasindo
Terbit : @2008
ISBN :
Tebal : 198 hal

=================

4 comments:

  1. Covernya cute dan manis. Isinya ternyata kelam.

    Well, don't judge a book by its cover. For real ... hehehe ...

    ReplyDelete
  2. Salam kenal duhai, pecinta buku *halah*

    hehehe... seneng bisa kenalan, sering2 review yah... Biar saya bisa belajar juga :) makasih sharing tentang bukunya :)

    ReplyDelete
  3. Hai, aku muncul lagii...
    Kukira awalnya novel ini novel fantasi gitu, ternyata percintaan kelam ya? Gak mau baca ah, bikin hati jadi ikutan suram...

    ReplyDelete
  4. Bagi yang sudah baca, terima kasih untuk kritik & sarannya. saya juga butuh bantuan kalian untuk me-review buku2 saya yang lain: Dream - dastan books, as the rest come to my heart - authorhouse.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...