Saturday, August 7, 2010

The Hunger Games #2: Catching Fire

Hunger Games ke 74 telah berakhir. Peeta dan Katniss keluar sebagai pemenang. Tapi,apakah setelah itu hidup mereka kembali normal?jawabannya,tidak. Kehidupan mereka sebagai pemenang dari distrik 12 baru saja dimulai. Peeta maupun Katniss harus mengikuti serangkaian tur kemenangan dari distrik ke distrik dan tentu saja berpura-pura tampil sebagai pasangan yang saling jatuh cinta sama seperti sebelumnya.

Tidak hanya dilema Hunger Games yang tidak pernah berhenti menghantui Katniss, tapi juga dilema kisah asmaranya yang membingungkan antara Peeta Mellark dan Gale Hawthorne,sahabat sekaligus partner berburu Katniss. Ia bingung pada perasaannya terhadap Peeta maupun Gale yang sama-sama begitu ia sayangi tapi disisi lain, prinsipnya untuk tidak menikah selalu ia peggang teguh. Bagaimanapun juga, ia tidak ingin menikah dan punya anak,karena hal itu sama artinya dengan mengorbankan anaknya kelak untuk mengikuti ajang pembunuhan paling keji seperti Hunger Games ini.

Sejalan dengan konflik batin yang di alami Katniss, konflik antara distrik dengan Capitol pun mulai bermunculan setelah Hunger Games ke 74 berakhir. Api pemberontakan mulai tersulut dari beberapa distrik setelah pemberontakan tidak sengaja yang dilakukan Katniss dan Peeta di arena Hunger Games.Presiden Snow, petinggi Capitol melakukan kecaman keras pada Katniss untuk meredakan konflik dengan cara membuktikan bahwa Peeta dan Katniss saling mencintai tanpa keraguan sedikitpun. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya. Semakin banyak distrik yang melakukan perlawanan terhadap semua tindakan Capitol dan menempatkan Katniss sebagai lambang dari optimisme pemberontakan antar distrik. Lebih dari itu, isu tentang adanya kehidupan di distrik 13,--distrik pemberontak yang telah dibumihanguskan--seakan memberikan harapan besar untuk terwujudnya sebuah revolusi dari pemerintahan Capitol.

Menyadari kekacauan ini, Capitol segera mengambil tindakan tegas pada setiap distrik agar segera menghentikan pemberontakan. Tidak hanya itu, Capitol tetap menyelenggarakan Hunger Games ke 75 namun dengan sebuah peraturan baru. Peraturan yang kembali mempertaruhkan nyawa Katniss. Peraturan yang juga membuat Katniss harus siap kehilangan orang-orang yang ia sayangi bila akhirnya ia gagal. Namun, Katniss--bagaimanapun juga--tidak punya pilihan lain.

Diserial kedua--Catching Fire--ini, Suzanne Collins lagi-lagi mampu memukau pembaca dengan diksi yang kuat dan Alur yang begitu dinamis. Penggambaran yang juga mendetail untuk tempat, peristiwa maupun konflik membuat kisah ini terasa sangat hidup sama seperti novel sebelumnya.
=================

Judul : Catching Fire
Penulis : Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2010
ISBN : 978-979-22-5981-0
Tebal : 424 hal

=================

Baca juga:

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...