Monday, August 23, 2010

Fate (운명)


Siapa sangka Korea bisa begitu menginspirasi? Setidaknya itulah yang terjadi pada Orizuka,penulis produktif Indonesia yang telah menghasilkan begitu banyak novel bergenre remaja. Negeri Ginseng itu tidak hanya menawarkan hiburan berupa lagu-lagu maupun film tapi juga ide segar bagi seorang Orizuka untuk menghasilkan karya kesebelasnya yang diberi judul Fate.

Novel yang dikemas dalam balutan cover merah muda dengan ilustrasi maedeup(kesenian simpul menyimpul Korea)ini, menceritakan tentang pertemuan kembali kakak beradik, Jang Min Ho dan Jang Min Hwan pasca kematian ayah mereka, Jang Dae Gwan. Namun, pertemuan itu tidak seindah yang dibayangkan. Lima belas tahun berpisah telah mengubah kebersamaan kakak beradik itu dan hanya meninggalkan rasa asing di antara mereka.

Min Ho dan Min Hwan sama-sama merasakan keasingan itu. Keasingan yang diciptakan oleh nasib.Keasingan yang menunjukan bahwa mereka berdua berbeda satu sama lain. Min Ho hidup beruntung karena terlahir sah dan serba berkecukupan, sedangkan Min Hwan yang terusir dari keluarga Jang harus hidup miskin di Korea dengan ibu yang berprofesi sebagai pelacur. Mereka berdua hanya di persatukan oleh pertalian darah seayah dan selebihnya mereka sama sekali tidak memiliki kemiripan sedikitpun.
 Namun, terlepas dari perbedaan rupa maupun status sosial yang ada,kini Min Ho dan Min Hwan kembali ke Indonesia untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mewarisi kekayaan almarhum Jang dae Gwan,pengusaha kaya raya Indonesia,dengan syarat; mereka harus tinggal bersama di rumah keluarga Jang dan masuk sekolah bisnis selama beberapa bulan.

Min Ho dan Min Hwan menyanggupi syarat-syarat itu.Mereka pun tinggal bersama dan mulai membangun hubungan baik dari awal lagi. Min Ho yang tahu bahwa Min Hwan membenci dirinya dan keluarga Jang akibat peristiwa pengusiran dulu, berusaha untuk minta maaf dan memperbaiki ikatan keluarga yang merenggang. Ia ingat pesan ayahnya bahwa tidak ada ikatan yang lebih baik dari ikatan keluarga dan ia ingin menjaga ikatan itu selama-lamanya.

Tapi, apakah ikatan keluarga itu bisa tetap bisa utuh disaat Min Ho dan Min Hwan mendapati bahwa masalah mereka tidaklah sesederhana itu?
Masalah yang menjebak Min Ho dan Min Hwan tidak hanya pada hubungan cinta segitiga dengan Adena, gadis pelayan sekaligus teman masa kecil mereka, tapi juga masalah yang menjadikan mereka sebagai pion dalam permainan kelam keluarga yang tidak pernah mereka ketahui selama ini.

Secara keseluruhan,novel Fate ini tidak hanya diperkaya oleh kebudayaan Korea tetapi juga bahasa Korea yang banyak dipergunakan dalam dialog antar tokoh. Tapi, tunggu dulu.Meski menggunakan beberapa bahasa Korea, pembaca tidak akan dibuat kesulitan dalam memahami novel ini karena Orizuka sebagai penulis telah mepersiapkan footnote bahkan kamus mini di belakang novel untuk mempermudah pembacanya.

Poin lain sebagai tambahan yang membuat novel ini layak direkomendasikan adalah bagaimana Orizuka piawai membawa emosi pembaca dalam alur kisah yang selalu tertata hingga akhir cerita. Hal ini terbukti dari bab pertama yang diawali dengan masalah keluarga yang membuat pembaca berpikir "ada apa ini?" dan kisah terus mengalir hingga sampai dimana pembaca dibuat beberapa kali tidak percaya pada fakta-fakta cerita yang semakin lama semakin muncul ke permukaan.

Akhirnya,tidak ada kata lain yang bisa kukatakan selain "keren" dan kuberikan dua jempol buat karya mbak Orizuka yang satu ini. Highly recommended deh :)

=================

Judul : Fate (saat nasib mempertemukan kita)
Penulis : Orizuka
Penerbit : Authorized Books
Terbit : @2010
ISBN : 978-602-96894-0-2
Tebal : 293 hal

=================

2 comments:

  1. kaya nya bagus..
    well, mau coba cari nih novel..^^
    thanks buat recommend nya .

    ReplyDelete
  2. Wah..jadi pengen beli nih!! seru kayaknya.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...