Friday, November 20, 2015

So I Married The Anti-fan


Sial sekali nasib Lee Geun Yong. Setelah dirinya tanpa sengaja melihat selebriti terkenal Korea Hu Joon yang memukul gadis di sebuah acara pembukaan klub, ia pun kemudian dipecat dari pekerjaanya sebagai wartawan. Ia pun menyalahkan Hu Joon atas hal itu dan menyatakan diri secara resmi sebagai Anti-fan Hu Joon. Dengan embel-embel Anti Fan yang tersemat pada dirinya, Geun Yong pun memulai aksinya dengan menyebarkan rahasia Hu Joon ke berbagai media.

Awalnya semua tidak berjalan semulus perkiraan Geun Yong. Menjadi satu-satunya Anti-Fan Hu Joon garis keras ternyata sama saja mencari musuh dan mempermalukan diri sendiri. Ia harus menerima hujatan serta perlakuan tak manusiawi dari fans Hu Joon bahkan di cap gila oleh orang-orang sekitarnya. Tapi biarpun begitu, ia tidak punya pilihan lain. Menuntut balas pada selebriti papan atas seperti Hu Joon dengan membuat hidupnya susah sudah menjadi harga mati baginya.

“Jadi, intinya, merayu anti-fan itu supaya menjadi fan kita. Dan kalau itu berhasil, kita lakukan hal yang sama ke anti-fan nomor 2, begitu seterusnya? Lalu sekitar 100 tahun lagi, berarti semua orang di Korea ini berubah menjadi fanku, begitu?” hal. 82

Lalu munculah PD Han dari industri hiburan yang menawarinya untuk bergabung dan menjadi pemeran utama  dalam sebuah program Reality Show yang dinamai So, I Married the Anti-Fan. Reality Show ini memiliki konsep dimana seorang selebriti akan tinggal satu rumah bersama Anti-Fannya untuk jangka waktu yang cukup lama. Harapannya dengan adanya Reality Show ini Anti-Fan dapat mengenal lebih dalam sosok sang selebriti tersebut sehingga pada akhirnya Anti-Fannya itu berbalik menjadi Fan-nya. Awalnya Geun Yong sempat menolak tawaran yang diberikan PD Han tersebut, tapi  setelah mengetahui bahwa Hu Joon yang akan menjadi selebriti yang akan ikut berperan bersamanya, Geun Yong pun langsung setuju. Namun konsep awal dari program ini tinggalah menjadi sebatas konsep bagi Geun Yong. Baginya ini akan menjadi momentum yang paling tepat untuk memperoleh uang dan tempat tinggal sekaligus membongkar semua sifat buruk yang dimiliki Hu Joon ke seluruh dunia. Tapi apakah semua rencana Geun Yong itu akan berhasil? ataukah malah dia sendiri yang jatuh hati pada Hu Joon yang dibencinya itu?

Sebenarnya aku kurang bersimpati pada karakter Geun Yong. Geun Yong disini menurutku bukannya tampil menarik tapi justru terlihat childish dengan berbagai pemikirannya. Seperti misalnya alasan dia melakukan semua aksi balas dendam pada Hu Joon karena permintaan Hu Joon untuk memecatnya dari pekerjaan. Aku kira dalam hal ini Geun Yong kelihatan bersikap impulsif tanpa pernah menilai dirinya sendiri atau mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil kesimpulan. Ia juga kerap kali melakukan berbagai tindakan tanpa pernah memikirkan dampaknya atau bisa jadi merugikan orang lain. Dan masih banyak hal lainnya yang membuat karakter Geun Yong  terasa kurang bagiku.

Namun terlepas dari karakter utama yang kurang mengena di hati ini, konflik yang disajikan ternyata lumayan mencuri perhatian. Konflik seputar kisah Geun Yong dan Hu Joon selama tinggal bersama serta kisah cinta rumit diantara mereka dan terutama juga berkaitan dengan kontrak perbudakan yang menjadi isu pelanggaran HAM dalam dunia hiburan Korea. Konflik-konflik ini terjalin cukup apik dengan eksekusi yang pas serta diiringi berbagai selingan humor segar sehingga membuat kisah yang ditawarkan selalu membuat pembaca penasaran.

Well, novel yang berangkat dari webtoon dan berulang kali repackaged dengan cover berbeda ini memang cukup tebal untuk seukuran novel romance. Apalagi menurutku banyak sekali kata-kata kurang efektif yang sebenarnya bisa dipangkas sehingga dapat mengurangi ketebalan novel ini. Tapi biarpun begitu secara keseluruhan terjemahannya lumayan bagus. Esensi dari novel ini juga dapat.

Selain itu novel ini  sedikit banyak mengingatkanku pada Reality Show We Got Married yang mempertemukan antar dua individu dalam satu rumah. Penulis novel ini juga sempat menyinggung fenomena Reality Show asal negeri gingseng itu di awal pengantar dan terlihat jelas  dia mendapat inspirasi dari program tersebut lalu berusaha mengembangkannya melalui sebentuk kisah seperti ini.

Overall, bagi siapapun penikmat romance terutama yang suka drama Korea, novel ini sangat direkomendasikan. Plus kabarnya novel ini juga akan diadaptasi ke dalam format drama yang baru-baru ini diumumkan untuk diperankan oleh Chanyeol EXO dan Yuan Shanshan. Ya, semoga saja menjadi drama yang semenarik novelnya. Semoga.
=================

Judul : So I Married The Anti-Fan
Penulis : Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penerbit: Haru
Terbit : @2012
ISBN : 978-602-98325-4-9
Tebal : 540 hal

=================

Wednesday, April 9, 2014

Love Command : The Second Chance


Petualangan cinta Ashilla Rayanda kembali berlanjut. Setelah kepergian Arya ke Perancis, Shilla dan Ryo semakin dekat dan akhirnya berpacaran. Namun karena Shilla merasa tidak nyaman dengan hubungannya tersebut bersama Ryo akibat perbedaan status sosial yang begitu kentara akhirnya Shilla memutuskan untuk menjalaninya secara rahasia. Terlebih lagi ia tidak ingin hubungan ini diketahui oleh murid-murid di Season High khususnya Bianca, si ratu sombong nan angkuh yang berusaha merebut hati Ryo sepanjang waktu.

Tapi tetap saja, sepandai-pandainya Shilla dan Ryo menyimpan  rapat-rapat akhirnya hubungan mereka itu terkuak juga. Bianca yang pertama kali mengetahui itu tidak tinggal diam dan mencari cara untuk memisahkan Shilla dan Ryo sekaligus memberi pelajaran tak terlupakan bagi Shilla. Sementara itu, Shilla yang langsung mengetahui perbuatan Bianca tersebut langsung berbalik arah dengan menyerang balik Bianca dengan keberanian yang dimilikinya. Ryo yang mengetahui perbuatan Bianca terhadap Shilla akhinya menyusun rencana matang untuk Bianca agar gadis itu menyadari kesalahan yang telah ia perbuat karena telah berurusan dengan ia dan pacarnya.

Shilla dan Ryo yang kerap menebar love-hate relationship yang terkadang selalu berhasil membuat mereka semakin dekat suatu hari dikejutkan oleh kedatangan Arya yang begitu tiba-tiba dari Perancis. Shilla yang kembali bertemu Arya mulai merasakan lagi debaran-debaran yang dulu sempat hilang. Kini ia juga kembali merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Ia merasa bersalah pada Ryo. Tidak seharusnya ia merasakan perasaan seperti itu ketika Ryo sudah berada disisinya. Tapi, bagaimana kalau hatinya tak mampu ia kontrol sesuka hati? ia tetap merasakan 'sesuatu' yang seharusnya tak ia rasakan pada Arya.

Ditengah kebimbangan tersebut, hubungan Shilla dan Ryo merenggang tanpa alasan yang jelas. Shilla mendadak menarik diri untuk tak bertemu dengan kedua tuan muda yang sama-sama menjungkirbalikan perasaannya itu. Ia terlalu takut dan juga pengecut menghadapi perasaanya.

Sampai suatu saat, Ibu Romi yang selama ini ia cari telah pulang dari perjalananya di luar negeri. Mereka akhirnya bertemu. Perempuan itu datang dengan segudang kisah masa lalu yang tak pernah terbayangkan oleh Shilla. Kisah yang menghubungkan Shilla dan keluarga Luzardi sekaligus juga kisah yang menguak kebenaran mengenai sosok ayi yang selama ini selalu hidup dalam hatinya.

Bahwa terkadang pilihan akhirnya dijatuhkan bukan pada siapa yang lebih dulu datang, melainkan pada dia yang paling akhir bertahan. (hal 190)

Love Command: The Second Chance adalah sequel  dari novelnya pertama yang sebelumnya sudah sempat aku baca dan review. Sebenarnya kalau bisa dibilang sih novel ini setingkat lebih kompleks dari yang pertama. Apalagi bagian dimana  pembaca seakan digiring ke masa lalu Shilla dan keluarga Luzardi yang membuat pembaca ikut-ikutan bimbang memilih antara Arya dan Ryo setelah terungkapnya sosok Ayi sebenarnya cukup menegangkan. Tapi tetap saja aku masih belum menemukan hal baru atau yang benar-benar wah dari novel ini kecuali--lagi-lagi-- keahlian Janice merangkai kata dan metafora dengan sangat baik.

Untuk karakter-karakter didalamnya sayang sekali aku sama sekali tidak menyatu dengan mereka. Shilla yang polos namun berani kudapati hampir sebelas dua belas dengan karakter plin plan America Singer dan itu sama sekali tidak menarik. (Argghh..apakah aku tipikal perempuan pemuak dengan karakter perempuan plin-plan yaa??)Selain itu juga, ada Arya dan Ryo. Dua pemuda kaya yang digambarkan sama-sama tampan tapi bedanya yang satu bad boy dan yang lain prince charming. Karakter keduanya juga tidak dieksplor lebih jauh secara emosional sehingga kehadiran mereka seakan tidak memberikan kesan yang berarti.

Lalu dari segi covernya sama manisnya dengan yang pertama. Tapi kali ini di novel kedua sepertinya Penerbit Gramedia memakai linen sebagai bahan covernya. Aku tidak tahu apakah  ini akan menjadi trend di ranah perbukuan tanah air setelah Penerbit Haru tampak  mempopulerkan penggunaan bahan dasar ini beberapa tahun yang lalu. Tapi harus diakui sih memang novel yang berbalut linen itu justru terkesan elegan dan tampil jauh lebih unik dan mewah. hahaha.

Namun biarpun kekurangan dari segi plot yang terkesan flat dengan karakter yang sangat-amat-standar dan penggunaan beberapa  bahasa Jawa yang cukup membuatku bingung contohnya seperti "misuh-misuh" (hal 20) dan beberapa bahasa lain yang cukup jarang aku dengar (sebaiknya sih jika ada kata-kata asing yang tidak semua pembaca mengerti--apalagi aku orang minang-- lebih baik diberikan sedikit ruang  footnote). Tetapi secara keseluruhan aku tetap puas menamatkan novel ini. Selain itu ada banyak hal yang berkesan juga seperti analogi teh yang menurutku lumayan bagus penyampaiannya dan juga beberapa humor menggelitik khas Janice sehingga membuatku tidak cepat bosan. Cocoklah sebagai bacaan ringan di sela-sela waktu luang dan bagi pencinta romance kronis! :)

=================

Judul : Love Command : The Second Chance
Penulis : Janice Nathania
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit : @2013
ISBN : 978-602-03-0016-0
Tebal : 200 hal

=================
Baca juga:
1. Love Command: The First Fall #1
2. Love Command: The Second Chance #2

Tuesday, March 4, 2014

Happy Birthday!!!

gbr: anzouya
Wow...blog ini akhirnya menginjak usia 4 tahun! tidak terasa aku telah menjalankan blog ini sedemikian lama mengingat blog-blogku sebelumnya banyak yang terlantar.hehehehe
Berbicara mengenai awal pembentukan blog ini sebenarnya hanyalah iseng-iseng saja. Saat itu pertama kali aku mengunjungi blog bukuygkubaca.blogspot.com. Disanalah pertama kali aku membaca review -review novel yang ingin kubeli di toko buku. Tapi berhubung rata-rata genre novel kesukaanku seperti romance, fantasy dan science fiction tidak terlalu banyak di review dan kebanyakan novel yang diulas juga  terasa 'berat' untuk jadi bacaanku aku akhirnya  memutuskan untuk membuat blog sendiri.

Blog yang akhirnya kunamai It's Time to Read! ini akhirnya menjadi pelampiasanku untuk menyalurkan hobiku membaca novel. Di blog ini juga aku mereview novel-novel yang kubaca secara random. Tidak pernah aku mencoba untuk membuat jadwal untuk membaca novel-novel apapun. Semuanya spontan dan sesuai mood ketika membaca. Karena itu pula, aku tidak pernah bisa memikul tanggung jawab dari siapapun untuk harus mereview sesuatu karena takutnya aku tak mampu melakukannya dan novelnya hanya akan berakhir sebagai tumpukan tanpa pernah dibaca. :)

Jadi  ya begitulah, intinya blog ini muncul dari sebuah ketidaksengajaan yang dikarenakan hobiku membaca. Blog ini aku harap bisa memberi sedikit hiburan maupun informasi bagi siapapun yang berkunjung dan membaca. So, sekali lagi Happy Birthday untuk blogku yang tercinta ini. Semoga tetap eksis dan selalu bermanfaat bagiku dan bagi siapapun. Amiiinnnn... :) *Maafkan pemilikmu yang suka telat update blog ini -_-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...